Pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan tentang pengertian subnetting pada IP v4.
Tujuan : Agar pembaca dapat mengerti apa itu subnetting pada IP v4 dan mengerti cara menghitung subnetting
Subnetting merupakan pemisahan atau segmentasi untuk membatasi jumlah host yang ada di dalam
broadcast domain. Misalnya ada 300 host pada satu LAN, kita dapat membagi
broadcast domain pada LAN tersebut menjadi beberapa LAN dengan
broadcast domain yang lebih kecil dan terpisah, sehingga dapat mengurangi pemborosan pengunaan alamat IP.
Dalam
subnetting, yang harus kita perhatikan adalah
prefix dan
subnet mask.
Prefix atau disebut juga
CIDR Value (Classless Inter-Domain Routing) yang menentukan jumlah maksimal host pada satu segmen atau subnet. Diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Prefix dinotasikan dengan
/x yang dituliskan di akhir alamat IP misalnya 172.16.0.1/18.
/18 inilah yang disebut
Prefix.
Dengan
prefix kita dapat mengetahui di subnet mana alamat IP tersebut berada, dan juga kita bisa menentukan ip tersebut termasuk dalam kelas mana. Sama halnya dengan
Subnet Mask atau disebut juga
Network Mask, pada IP kelas A dinotasikan dengan
255.x.0.0, kelas B
255.255.x.0, dan pada kelas C
255.255.255.x , (x adalah angka yg menentukan dikelas mana subnet tersebut).
Prefix juga dapat dicari dengan mengkonversi (mengubah subnet mask) terlebih dahulu ke bilangan binner.
Misalkan untuk subnet mask 255.255.255.0 bila diubah ke bentuk biner
maka akan di dapat 11111111.11111111.11111111.0000000, ada
24 buah angka 1 -->
24bit -->
/24.
Untuk mengkonversi subnet mask ke bilangan biner, gunakan cara berikut :
karena bilangan biner terdiri dari 2 angka yaitu "1 dan 0" . Angka 1 bernilai benar dan 0 bernilai salah
Contoh : Subnet 255.255.255.0 > jadinya kok 1111111.11111111.11111111.00000000
- kita lihat gambar dibawah dulu
Rumus :
kok bisa 255 angka binernya 11111111, karena jika kita konversikan ke binner hasilnya seperti gambar diatas.
kita tinggal menambahkan aja. Misalnya 255 > didapat dari penjumlahan semua angka diatas, hasilnya pasti 255.
128+64+32+16+8+4+2+1 : 255
kemudian jika hasilnya 255, kita tinggal menuliskan angka 1 nya saja = 11111111, dan angka 1 didapat dari penjumlahan 128+64+32+16+8+4+2+1.
Misalkan juga angka 192 > kita tinggal menambahkan aja angka seperti digambar
128+64 : 192
Dan untuk mengubahnya ke biner, kita tinggal ambil angka 1 aja dan sesuaikan seperti gambar diatas.
192 > didapat dari 128+64, berarti kita tinggal tulis 11000000, angka 1nya hanya dua saja karena 192 merupakan penjumlahan dari 128+64 dan yang lain bernilai 0 karena tidak digunakan.
Dan untuk mencari prefix misal /24, kita tinggal tambahkan saja angka 1 tiap oktet.
/24 = 255.255.255.0
kita tinggal hitung saja angka 1 nya
1111111.
11111111.
11111111.
00000000
8 + 8 + 8 + 0 : 24
/30 = 255.255.255.252
kita tinggal hitung angka 1 nya saja
11111111.
11111111.
11111111.
11111100
8 + 8 + 8 + 6 : 30
- SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Contoh : ip 192.168.0.1/26
Menentukan subnet :
/26 konversi ke binner dulu
1111111.
11111111.
11111111.
11000000
8 + 8 + 8 + 2 : 26
dari konversi diatas, kita sudah bisa menentukan subnetnya
kita tinggal terapkan cara tadi diatas.
1111111.11111111.11111111.11000000
255 . 255 . 255 . 192
Subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per
subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita
selesaikan dengan urutan seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah
banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir
untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet
adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y
adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet
terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet
mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi
subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid?
Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1
angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet
berikutnya.
- SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Contoh : IP 127.16.0.1/18
Subnetnya :
11111111.11111111.11000000.00000000
8 + 8 + 2 + 0 : 18
kemudian kita konversikan ke desimal
11111111.11111111.11000000.00000000
255 . 255 . 192 . 0
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y
adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet
terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
- SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Contoh IP 10.0.0.1/16
Subnet Mask :
11111111.11111111.00000000.00000000
8 + 8 + 0 + 0 : 16
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
*Cara cepat menentukan jumlah host
misalkan ip 180.250.13.4/22
1. 32-22 = 10, Lalu kita pangkatkan 210 hasilnya = 1024 (jumlah host pada prefix /22)
(32 = jumlah prefix ipv4, 22 > prefix yang ditanyakan)
Dan untuk menentukan jumlah host yang bisa dipakai, kita kurangkan saja 2 karena dipakai buat network ID dan broadcast ID. Jadi host yg bisa dipakai = 1024-2 = 1022
Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan, selebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua
See You Next Post
Sumber : Beberapa Blog dan Ebook Jaringan Komputer
Comments
Post a Comment